Siap Lulus, Janji JujurDikirim pada hari Selasa - 5 Januari 2010 
Songsong Unas, SMP Intensifkan Persiapan
JAMBANGAN - Langkah murid-¬murid SMP tidak kalah dengan sis¬wa-siswi SMA dalam mempersiap¬kan diri menghadapi ujian nasional (unas) pada 29 Maret mendatang. Sejak pertengahan 2009 lalu, mereka telah mengikuti bimbingan belajar secara intensif. Tryout dan training motivasi pun gencar dilakukan.
SMP Al Hikmah Surabaya contoh¬nya. Persiapan sekolah di kawasan Jambangan ini sangat intensif. Mulai bimbingan belajar (bimbel) reguler maupun intensif, tryout, sampai pe¬latihan motivasi. "Bimbel reguler. kami mulai sejak Juli (2009) lalu," jelas Wakil Kepala (Waka) Sekolah Kesiswaan SMP Al-Hikmah Bambang Misdianto kemarin.
Bimbel reguler, kata Bambang, dilaksanakan pada Senin, Selasa,dan Kamis. Siswa peserta Unas wajib mengikutinya tanpa kecuaIi.Tujuan¬nya, mereka mampu menguasai materi pelajaran unas dan cara-cara menjawab soalnya. Untuk tryout, sekolah menggelamya setiap bulan.
Jika ada siswa yang tidak lulus tryout, sekolah bakal memberikan perhatian khusus. Pembimbing akan mengevaluasi materi mana saja yang belum dikuasai. "Tryout memang menguji hasil siswa selama mengi¬kuti bimbel," tambah Bambang.,
Dia menyatakan bimbel reguler bahkan sudah selesai. Sejak Janu¬ari, siswa-siswi SMP Al Hikmah sudah masuk bimbel intensif. Ala¬sannya7 sisa waktu tinggal sedikit untuk menghadapi unas, sekitar dua bulan. lntensitas bimbel pun naik dari tiga hari seminggu men¬jadi empat hari seminggu, yaitu Senin, Selasa, Rabu, dan Kamis.
Tryout-nya pun ditambah. Jika sebe¬lumnya sebulan sekali, sekarang menja¬di seminggu sekali. Yaitu, setiap Jumat. Pria berkacamata itu menambah¬kan, SMP Al Hikmah juga tidak menganggap bimbel sudah cukup untuk bekal siswa. Sekolah juga memberikan student in,spiring motiva¬tion (SIM), yaitu pelatihan motivasi. SIM juga dilaksanakan sejak Juli lalu, biasanya Senin. Selama ini SIM su¬dah berlangsung delapan kali.
Motivatornya adalah guru-guru sendiri. Mereka juga membekali siswa dengan malam bina iman dan takwa (mabit) serta pendalaman agama (tafakuh fid din). Mabit, jelas Bambang, lebih fokus pada doa, sedangkan tafakuh fid din mengarah pada pembinaan kejujuran. "Siswa tidak hanya perlu lulus unas, tapi juga lulus ujian kejujuran," ucapnya.
Persiapan juga dilakukan SMP Negeri 22. Sekolah tersebut melak¬sanakan persiapan sejak Juli lalu dengan bimbel dan tryout. SMPN 22 membagi bimbel menjadi dua ba¬gian, yaitu bimbel reguler dan bim¬bel intensif. Waka Kesiswaan SMP Negeri 22 Ahmad Yani mengatakan, bimbel dilaksanakan pada Senin, Selasa, Rabu, dan Kamis. Waktunya, jam pertama masuk sekolah, yaitu pukul 06.30. Tryout, kata Yani, dila¬kukan setiap bulan. (Ium/roz)
Harian Jawa Pos, 5 Januari 2010