Melestarikan Budaya BangsaDikirim pada hari Senin - 8 Februari 2010 
Kantin SMP-SMA Al Hikmah berhasil disulap dengan sentuhan seni yang indah menjadi tempat dihelatnya even besar “Hikmah Festival” yang berlangsung mulai 22 Januari kemarin. Berbagai macam acara digelar, mulai dari lomba memasak sampai lomba menulis pun ada. Namun, yang menarik di hikmah festival tahun ini adalah workshop membatik. Workshop ini terselenggara berkat ide OSIS SMA Al Hikmah bidang kreativitas yang bekerja sama dengan sebuah perusahaan batik ternama di Surabaya.
Pengunjung yang berminat hanya perlu merogoh kantong sebesar Rp10.000,- untuk mengganti biaya registrasi. Setelah itu pengunjung mendapat kain, midangan, pensil, dan canting (alat yang digunakan untuk menakar lilin saat membatik, red). Setiap pengunjung mendapat satu meja khusus untuk membatik, proses membatiknya pun sangat unik. Pertama, dari kain yang didapat, pengunjung melukis objek yang diinginkan. Setelah itu, pengunjung mencanting lilin di atas kain yang sudah digambar. Jika merasa tak bisa, tidak usah khawatir karena ada tutor yang didatangkan dari kalangan pengrajin untuk membantu pengunjung yang mengalami kesulitan membatik. Menariknya, pengunjung bisa langsung membawa pulang hasil karya membatiknya.
Pengunjung yang datang berjubel yaitu dari siswa SMA Al Hikmah dan siswa ekstern, bahkan peserta pameran pendidikan pun juga turut mencoba membatik meskipun beberapa peserta masih terlihat malu-malu untuk memegang canting. Program workshop ini dirancang sesuai dengan kebutuhan generasi muda terhadap budaya bangsa, “Sangat menarik, mungkin tahun depan akan kita jadwalkan ulang dengan beberapa evaluasi”, tegas ustadzah Mira selaku pembimbing acara workshop. Tahun ini, banyak pengunjung yang mengurungkan niat membatik hanya gara-gara biayanya dianggap terlalau mahal. “Kalau bisa tahun depan kita gratiskan untuk semua pengunjung” tambahnya santai.